Kamis, 12 Januari 2023

Tak Hanya Arab Saudi, Ini 5 Negara yang Melarang Perayaan Valentine

Hari Valentine oleh Unsplash

Hari Valentine selalu dirayakan sebagian besar masyarakat di dunia setiap tanggal 14 Februari. Perayaan ini identik dengan nuansa merah muda yang dimeriahkan dengan saling berbagi kasih antar pasangan, teman, dan keluarga.

Meskipun perayaan ini penuh dengan sukacita, namun tampaknya euforia Hari Valentine tidak bisa dirasakan di beberapa negara di dunia. Hal ini dikarenakan Hari Valentine dianggap hal yang ilegal karena alasan keagamaan dan terlalu meniru budaya Barat.

Lantas, negara apa saja yang melarang perayaan Hari Valentine? Berikut daftarnya.

1. Arab Saudi

Arab Saudi menjadi negara di urutan pertama yang melarang adanya perayaan Hari Valentine. Negara ini melarang secara ketat untuk menjual segala macam barang yang berkaitan dengan dengan Hari Valentine seperti mawar, cokelat dan lainnya.

Jika ada pasangan atau kelompok yang terang-terangan merayakan hari kasih sayang ini, aparat setempat tidak segan untuk menangkap dan menghukum mereka. Namun, kondisi tersebut mulai berubah sejak Mohammad bin Salman menjadi putra mahkota dan mencopot  komite yang ditugasi untuk menegakkan norma agama yang ketat pada 2016.

Sejak saat itu, penduduk di Arab Saudi sudah lebih terbuka untuk menyambut Hari Valentine. Para pedagang juga diperbolehkan untuk menghias toko mereka dengan dekorasi Valentine.

2. Rusia

Atas nama “keamanan spiritual, Gubernur Provinsi Belgorod di Rusia resmi melarang perayaan Hari Valentine pada tahun 2011 silam. Hal ini dikarenakan Hari Valentine dianggap tidak mendorong pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral anak muda.

Sejatinya, Rusia juga merayakan hal-hal sejenis Hari Valentine pada tanggal 8 Maret. Namun, mereka memberikan hari tersebut sebagai bentuk penghormatan dan persamaan hak kepada perempuan di seluruh dunia.

3. Iran

Sama dengan Arab Saudi, negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam ini melarang keberadaan Hari Valentine. Negara Iran menilai hari kasih sayang ini sebagai bentuk kemerosotan moral dari budaya Barat.

Meski begitu, Hari Valentine sudah terlanjur melekat oleh penduduk di Iran. Mereka terlihat masih menjual barang yang berkaitan dengan Valentine serta merayakannya secara diam-diam.

4. Malaysia

Hari Valentine dilarang pada negara Malaysia karena dianggap adanya hubungan dengan Kekristenan. Selain itu, hari yang identik dengan nuansa romantis tersebut memicu banyaknya perilaku maksiat yang dilakukan pasangan bukan muhrim.

Hal ini juga didukung setelah dikeluarkan fatwa yang menyatakan adanya “unsur Kristen” pada tahun 2005. Mengetahui hal ini, kelompok agama Kristen sempat mendesak dewan untuk mempertimbangkan kembali untuk tetap bisa merayakan Hari Valentine. Namun, pejabat setempat tetap bersikukuh melarangnya.

5. Indonesia

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang melarang keras diadakannya perayaan Hari Valentine. Tanpa sebab, pemerintah setempat mengatakan banyaknya protes terhadap Hari Valentine yang memicu adanya perilaku seks bebas dan konsumsi miras yang jelas bertentangan dengan agama Islam.

Alasan Mengapa Indonesia Tidak Dapat Membuat Bom Nuklir

Nuklir oleh Reuters


Bom nuklir merupakan salah satu senjata militer paling berbahaya dan mematikan yang digunakan sebagai alat pertahanan negara selama perang dunia. Senjata ini telah dikembangkan oleh banyak negara maju di seluruh dunia.

Sejarah dunia mencatat bahwa Amerika menggunakan tenaga nuklir dua kali selama Perang Dunia II. Saat itu, Amerika membom kota-kota Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki.

Pada dasarnya, Indonesia bukan tidak mampu untuk membuat bom nuklir. Melainkan ada alasan lain negara ini belum menciptakan disaat negara-negara di dunia tengah berlomba menyempurnakannya.

Diketahui, Indonesia menjadi bagian dari negara yang masuk ke dalam ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom and Neutrality). Organisasi dibentuk bertujuan untuk menciptakan negara di kawasan ASEAN yang aman, damai, dan bebas dari senjata nuklir. 

Indonesia menjadi bagian dari ZOPFAN pada 27 November 1971 bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Namun, pengembangan zona bebas senjata nuklir pertama kali disahkan oleh anggota ASEAN pada 15 Desember 1995 di Bangkok. Adapun obligasi traktat yang dibuat dan ditandatangani di Bangkok berisi sebagai berikut:

1. Untuk tidak mengembangkan, memproduksi, membeli, mempunyai, atau menguasai senjata nuklir, pangkalan nuklir, ataupun melakukan uji coba atau menggunakan senjata nuklir di manapun juga baik di dalam maupun di luar kawasan Asia Tenggara.

2. Tidak meminta ataupun menerima bantuan berkenaan dengan nuklir.

3. Tidak melakukan segala kegiatan pemberian bantuan ataupun menyokong pembuatan atau pengambilalihan peralatan nuklir apapun juga oleh negara manapun juga.

4. Tidak menyediakan sumber daya atau material khusus ataupun perlengkapan kepada negara persenjataan non-nuklir di mana pun juga (non-nuclear weapon state), ataupun negara persenjataan nuklir terkecuali negara tersebut telah memenuhi perjanjian keselamatan dari The International Atomic Energy Agency.

5. Untuk mencegah operasi atau penggelaran senjata nuklir di wilayah-wilayah anggotanya dan mencegah pula dilakukannya uji coba nuklir.

6. Mencegah wilayah laut kawasan Asia Tenggara dari pembuangan sampah radioaktif dan bahan-bahan radioaktif oleh siapapun juga.

Demikian alasan mengapa Indonesia tidak bisa menciptakan senjata nuklir. Bukan karena tidak mampu, Indonesia hanya ingin menjaga perdamaian antarnegara di dunia.

Ini Perbedaan Antara Bom Atom dan Bom Nuklir

Ledakan Bom Nuklir oleh Unsplash

Biasanya bom digunakan sebagai senjata peledak dalam menunjang aktivitas militer. Terdapat jenis bom yang ada di dunia, beberapa diantaranya adalah bom nuklir dan atom.

Secara definisinya, nuklir bisa diartikan sebagai bagian yang berhubungan dengan nukleus atom. Sedangkan energi nuklir sendiri merupakan energi yang dihasilkan berdasarkan reaksi antar partikel di dalam inti atom.

Beberapa tahun kemudian setelah terjadinya peristiwa Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, dunia internasional melarang penggunaan nuklir. Hal ini dikarenakan bom tersebut dianggap sangat berbahaya dan mematikan.

Setelahnya, mulai muncul banyak pertanyaan mengenai perbedaan bom nuklir dengan bom atom. Baik dari segi komposisi hingga dampak yang dihasilkannya. Dalam beberapa literatur atau referensi yang ditemui, dikatakan bahwa daya hancur dari bom nuklir ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih kuat dari bom atom.

Lantas, apa perbedaan dari bom atom dan nuklir? 

Senjata nuklir merupakan alat peledak yang memperoleh daya dari reaksi nuklir seperti fisi, fusi, atau kombinasi keduanya. Dalam hal ini, fisi bisa diartikan sebagai pemecahan atom menjadi dua atau lebih atom dengan ukuran yang lebih kecil.

Sedangkan fusi merupakan penggabungan dua atom atau lebih menjadi satu atom besar. Fusi nuklir melepaskan lebih banyak partikel radioaktif daripada fisi nuklir. Sehingga energi yang dilepaskannya pun lebih besar dari energi yang dilepas fisi nuklir. 

Bom Atom hanya menggunakan fisi nuklir, sedangkan bom nuklir menggunakan fisi nuklir sekaligus dengan fusi nuklir. Sehingga daya ledak dari bom nuklir ini lebih dahsyat jika dibandingkan dengan bom atom. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara bom nuklir dan bom atom. Terutama pada fisi dan fusi nuklir yang digunakan. Fisi Nuklir merupakan proses pemecahan suatu atom menjadi dua atau lebih partikel. Sedangkan fusi nuklir adalah peleburan dua atau lebih atom menjadi satu atom besar. 

Bom atom hanya menggunakan fisi nuklir, sedangkan bom nuklir menggunakan fisi nuklir dan fusi nuklir. Sehingga jika dilihat dari segi daya hancurnya, bom nuklir jauh lebih kuat berlipat-lipat dari bom atom.

Baca juga yuk artikel lainnya:

Menikmati Es Krim Legendaris di Jakarta

Bagian depan Toko Ragusa Es Italia oleh Heriansyah Sudrajat Pagi itu mataku dibuat celik saat mendengar alarm dari ponsel kolot milikku. Spo...