![]() |
| Hari Valentine oleh Unsplash |
Hari Valentine selalu dirayakan sebagian besar masyarakat di dunia setiap tanggal 14 Februari. Perayaan ini identik dengan nuansa merah muda yang dimeriahkan dengan saling berbagi kasih antar pasangan, teman, dan keluarga.
Meskipun perayaan ini penuh dengan sukacita, namun tampaknya
euforia Hari Valentine tidak bisa dirasakan di beberapa negara di dunia. Hal
ini dikarenakan Hari Valentine dianggap hal yang ilegal karena alasan keagamaan
dan terlalu meniru budaya Barat.
Lantas, negara apa saja
yang melarang perayaan Hari Valentine? Berikut daftarnya.
1. Arab Saudi
Arab Saudi menjadi negara
di urutan pertama yang melarang adanya perayaan Hari Valentine. Negara ini
melarang secara ketat untuk menjual segala macam barang yang berkaitan dengan
dengan Hari Valentine seperti mawar, cokelat dan lainnya.
Jika ada pasangan atau
kelompok yang terang-terangan merayakan hari kasih sayang ini, aparat setempat
tidak segan untuk menangkap dan menghukum mereka. Namun, kondisi tersebut mulai
berubah sejak Mohammad bin Salman menjadi putra mahkota dan mencopot komite yang ditugasi untuk menegakkan norma
agama yang ketat pada 2016.
Sejak saat itu, penduduk
di Arab Saudi sudah lebih terbuka untuk menyambut Hari Valentine. Para pedagang
juga diperbolehkan untuk menghias toko mereka dengan dekorasi Valentine.
2. Rusia
Atas nama “keamanan spiritual,
Gubernur Provinsi Belgorod di Rusia resmi melarang perayaan Hari Valentine pada
tahun 2011 silam. Hal ini dikarenakan Hari Valentine dianggap tidak mendorong
pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral anak muda.
Sejatinya, Rusia juga
merayakan hal-hal sejenis Hari Valentine pada tanggal 8 Maret. Namun, mereka memberikan
hari tersebut sebagai bentuk penghormatan dan persamaan hak kepada perempuan di
seluruh dunia.
3. Iran
Sama dengan Arab Saudi,
negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam ini melarang keberadaan Hari
Valentine. Negara Iran menilai hari kasih sayang ini sebagai bentuk kemerosotan
moral dari budaya Barat.
Meski begitu, Hari
Valentine sudah terlanjur melekat oleh penduduk di Iran. Mereka terlihat masih
menjual barang yang berkaitan dengan Valentine serta merayakannya secara diam-diam.
4. Malaysia
Hari Valentine dilarang
pada negara Malaysia karena dianggap adanya hubungan dengan Kekristenan. Selain
itu, hari yang identik dengan nuansa romantis tersebut memicu banyaknya
perilaku maksiat yang dilakukan pasangan bukan muhrim.
Hal ini juga didukung setelah dikeluarkan fatwa yang menyatakan adanya “unsur Kristen” pada tahun 2005. Mengetahui hal ini, kelompok agama Kristen sempat mendesak dewan untuk mempertimbangkan kembali untuk tetap bisa merayakan Hari Valentine. Namun, pejabat setempat tetap bersikukuh melarangnya.
5. Indonesia
Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD) menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang melarang keras
diadakannya perayaan Hari Valentine. Tanpa sebab, pemerintah setempat
mengatakan banyaknya protes terhadap Hari Valentine yang memicu adanya perilaku
seks bebas dan konsumsi miras yang jelas bertentangan dengan agama Islam.
